MAKASSAR -- Kekecewaan kubu PSM terhadap kinerja wasit mencapai puncaknya. Manajemen PSM pun mendesak agar PSSI berani mengambil terobosan dengan memakai wasit asing.
"Kita menganggap PSSI belum berhasil memperbaiki kinerja wasit Indonesia. Kalau mau ISL ini tetap dipercaya masyarakat, maka harus berani mengambil terobosan. Salah satunya pakai wasit asing," saran Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, Senin, 29 November.
PSM pun mengaku siap menanggung biaya akomodasi para wasit asing. "Kami perkirakan semua klub di Indonesia akan sepakat dengan usulan ini. PSSI tidak perlu repot mengeluarkan biaya akomodasi wasit asing. Kita hanya ingin ada perbaikan kompetisi," kata Hendra.
Momen paling tepat, kata Hendra, memakai tenaga wasit asing pada putaran kedua. "Tidak perlu semua wasit asing. Pakai 10 orang saja, selebihnya wasit lokal. Biar wasit lokal bisa mengambil pelajaran," tambahnya.
PSM memiliki sederet catatan keputusan kontroversial sang pengadil lapangan. Pada laga melawan Semen Pasang, misalnya, wasit Aeng Suarlan tidak memberi hadiah penalti kepada PSM. Padahal salah satu pemain Semen Padang handball di kotak penalti.
Saat PSM melakoni laga tandang melawan Sriwijaya FC, wasit Jimmy Napitupulu, juga merugikan PSM. Dia menunjuk titik putih bagi Sriwijaya FC, padahal pelanggaran berada di luar kotak penalti.
Wajar jika usulan pemakaian wasit asing ditanggapi positif para suporter. Pentolan Laskar Ayam Jantan, Daeng Uki, mengatakan bahwa independensi wasit asing akan lebih terjamin. PSSI mestinya berani mengambil langkah ini. "Wasit sudah mencoreng nama PSSI. Mestinya memang dipikirkan wasit alternatif," kata Uki.
Komentar sama dilontarkan Komandan The Red Gank, M Sadat. Menurut dia, kepercayaan kepada wasit lokal sudah rendah. Makanya, perlu dibuat terobosan baru. Salah satunya memakai wasit asing. Sedangkan wasit lokal yang kinerjanya buruk harus diistirahatkan.
Hingga saat ini PSSI belum "berani" menggunakan wasit asing. Bahkan PSSI kalah langkah dari penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI). Kompetisi yang akan digelar Januari 2011 itu berencana menggunakan menggunakan wasit asing dari Asia dan Eropa.
Pada laga uji coba Surabaya FC melawan Indo-Holland di Surabaya belum lama ini, LPI sudah menggunakan wasit asing. Ironisnya, wasit yang memimpin laga tersebut mendapat ancaman dari PSSI. (aci)
PSM Usul Pakai Wasit Asing
MAKASSAR -- Kekecewaan kubu PSM terhadap kinerja wasit mencapai puncaknya. Manajemen PSM pun mendesak agar PSSI berani mengambil terobosan dengan memakai wasit asing.
"Kita menganggap PSSI belum berhasil memperbaiki kinerja wasit Indonesia. Kalau mau ISL ini tetap dipercaya masyarakat, maka harus berani mengambil terobosan. Salah satunya pakai wasit asing," saran Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, Senin, 29 November.
PSM pun mengaku siap menanggung biaya akomodasi para wasit asing. "Kami perkirakan semua klub di Indonesia akan sepakat dengan usulan ini. PSSI tidak perlu repot mengeluarkan biaya akomodasi wasit asing. Kita hanya ingin ada perbaikan kompetisi," kata Hendra.
Momen paling tepat, kata Hendra, memakai tenaga wasit asing pada putaran kedua. "Tidak perlu semua wasit asing. Pakai 10 orang saja, selebihnya wasit lokal. Biar wasit lokal bisa mengambil pelajaran," tambahnya.
PSM memiliki sederet catatan keputusan kontroversial sang pengadil lapangan. Pada laga melawan Semen Pasang, misalnya, wasit Aeng Suarlan tidak memberi hadiah penalti kepada PSM. Padahal salah satu pemain Semen Padang handball di kotak penalti.
Saat PSM melakoni laga tandang melawan Sriwijaya FC, wasit Jimmy Napitupulu, juga merugikan PSM. Dia menunjuk titik putih bagi Sriwijaya FC, padahal pelanggaran berada di luar kotak penalti.
Wajar jika usulan pemakaian wasit asing ditanggapi positif para suporter. Pentolan Laskar Ayam Jantan, Daeng Uki, mengatakan bahwa independensi wasit asing akan lebih terjamin. PSSI mestinya berani mengambil langkah ini. "Wasit sudah mencoreng nama PSSI. Mestinya memang dipikirkan wasit alternatif," kata Uki.
Komentar sama dilontarkan Komandan The Red Gank, M Sadat. Menurut dia, kepercayaan kepada wasit lokal sudah rendah. Makanya, perlu dibuat terobosan baru. Salah satunya memakai wasit asing. Sedangkan wasit lokal yang kinerjanya buruk harus diistirahatkan.
Hingga saat ini PSSI belum "berani" menggunakan wasit asing. Bahkan PSSI kalah langkah dari penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI). Kompetisi yang akan digelar Januari 2011 itu berencana menggunakan menggunakan wasit asing dari Asia dan Eropa.
Pada laga uji coba Surabaya FC melawan Indo-Holland di Surabaya belum lama ini, LPI sudah menggunakan wasit asing. Ironisnya, wasit yang memimpin laga tersebut mendapat ancaman dari PSSI. (aci)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda !